Dalam industri mulai dari elektronik hingga dirgantara, penutup dan komponen aluminium dihargai karena sifatnya yang ringan, kekuatan tinggi, dan kemampuan mesinnya. Namun, aluminium yang tidak diolah memiliki keterbatasan termasuk ketahanan aus yang buruk, kerentanan korosi, dan monotonitas estetika. Teknologi anodisasi mengatasi kekurangan ini melalui proses elektrokimia yang meningkatkan daya tahan dan daya tarik visual.
Meskipun magnesium dan titanium dapat mengalami anodisasi, aluminium tetap menjadi pilihan optimal karena:
Khususnya, paduan aluminium yang berbeda menunjukkan hasil anodisasi yang bervariasi. Tingkat kemurnian tinggi biasanya menghasilkan lapisan yang lebih seragam dan tahan korosi, sementara varian paduan dapat menampilkan variasi warna atau ketidaksempurnaan permukaan.
Meskipun profil aluminium ekstrusi banyak digunakan untuk penutup PCB, mereka menghadirkan tantangan untuk anodisasi:
Perawatan permukaan alternatif seperti pelapisan bubuk atau penyikatan mungkin lebih disukai untuk komponen ekstrusi yang membutuhkan peningkatan estetika.
Proses anodisasi dikategorikan berdasarkan komposisi elektrolit:
| Tipe | Elektrolit | Karakteristik | Aplikasi |
|---|---|---|---|
| Tipe I | Asam kromat | Lapisan tipis, fleksibel dengan ketahanan korosi yang sangat baik | Komponen dirgantara |
| Tipe II | Asam sulfat | Ketebalan standar dengan ketahanan aus yang baik dan pilihan warna | Elektronik, arsitektur |
| Tipe III | Asam sulfat (lapisan keras) | Lapisan yang sangat tebal dan tahan lama | Komponen mekanis dengan keausan tinggi |
Anodisasi Tipe II dan III selanjutnya dibagi menjadi:
Pilihan warna yang tersedia bervariasi berdasarkan jenis anodisasi:
Pemilihan warna harus mempertimbangkan penempatan produk, demografi target, dan identitas merek.
Beberapa faktor memengaruhi keseragaman warna:
Komponen yang lebih kecil dan batch produksi biasanya menghasilkan konsistensi warna yang lebih unggul.
Dimensi pemrosesan maksimum bervariasi secara signifikan berdasarkan jenis dan warna anodisasi:
| Jenis Proses | Dimensi Maksimum |
|---|---|
| Tipe II Kelas 1 Bening/Kelas 2 Hitam | 32" × 44" × 116" (812.8 × 1117.16 × 2946.4mm) |
| Tipe II Kelas 2 (Merah/Biru/Oranye) | 20" × 20" × 32" (508 × 508 × 812.8mm) |
| Tipe II Kelas 2 (Cokelat/Perunggu) | 16" × 16" × 24" (406.4 × 406.4 × 609.6mm) |
Rakitan yang dilas menunjukkan variasi warna yang terlihat setelah anodisasi karena:
Anodisasi memerlukan pertimbangan tambahan:
Anodisasi tetap menjadi perawatan permukaan utama untuk komponen aluminium, menawarkan peningkatan daya tahan yang tak tertandingi yang dipadukan dengan fleksibilitas estetika. Pemahaman yang tepat tentang pemilihan material, jenis proses, pilihan warna, dan batasan dimensi memastikan hasil yang optimal untuk aplikasi teknis.